Minggu, 16 Januari 2022

 


Pendidikan merupakan kawah candradimuka untuk membangun generasi bangsa. Pendidikan pada dasarnya adalah proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu menuntun siswa sehingga mereka mampu mengembangkan segala potensi dan bakat yang dimilikinya. Walaupun demikian guru bukanlah satu-satunya faktor, masih banyak faktor lain untuk mendukung pengembangan potensi anak.

Faktor tersebut adalah adanya budaya positif di sekolah. Budaya positif dapat berkembang dengan baik jika lingkungan sekolahnya mendukung. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan menyenangkan akan menjadikan siswa betah di sekolah. Siswa merasa ingin selalu ke sekolah. Ibaratnya siswa pergi ke sekolah seperti pergi ke taman penuh keindahan dan menyenangkan.  Dengan suasana tersebut siswa akan mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sekolah dapat melakukan beberapa strategi untuk menciptakan budaya positif di sekolah. Dalam hal ini penulis selaku Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 dari SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon Kabupaten Ponorogo menuliskan “Padi Keris” sebagai senjata mewujudkan Budaya Positif Sekolah. Padi keris (Perubahan Paradigma, Disiplin diri, Keyakinan Kelas, dan Restitusi) merupakan Langkah-langkah dan strategi yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk mewujudkan budaya positif.

1.  Perubahan Paradigma

Tugas guru sebagai pendidik dan bersinggungan langsung dengan murid tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Guru harus melakukan fungsi kontrol dalam mendidik anak. Dalam melaksanakan teori kontrol guru sering mengalami miskonsepsi. Menurut paparan Dr. William Glasser dalam Control Theory, Miskonsepsi yang sering dilakukan guru adalah: 1) ilusi guru mengontrol siswa, 2) ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat, 3) ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa bersalah dapat menguatkan karakter, 4) ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk memaksa. Dalam teori ini jika kita sebagai guru apabila masih melakukan hal-hal tersebut sebenarnya apa yang kita lakukan sifatnya hanya ilusi dan tidak memberikan dampak yang positif kepada siswa.

Kemudian apa yang harus dilakukan oleh guru? Guru harus melakukan perubahan paradigma dari paradigma stimulus-respon menjadi teori kontrol. Adapun perbedaan dua paradigma tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Teori Stimulus-Respon

Teori Kontrol

Realitas (kebutuhan) kita sama

Realitas (kebutuhan) kita berbeda

Semua orang melihat hal yang sama

Setiap orang memiliki gambaran yang berbeda

Kita mencoba mengubah orang agar

berpandangan sama dengan kita

Kita berusaha memahami pandangan orang lain tentang dunia.

Perilaku buruk dilihat sebagai suatu

kesalahan

Semua perilaku memiliki tujuan

Orang lain bisa mengontrol saya

Hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda

Saya bisa mengontrol orang lain

Anda tidak bisa mengontrol orang lain

Pemaksaan ada pada saat bujukan

gagal

Kolaborasi dan konsensus menciptakan pilihan-pilihan baru

Model Berpikir Menang/Kalah

Model Berpikir Menang-menang

 

Memperhatikan tabel di atas pada teori kontrol lebih berpikir terbuka dan menilai sesuatu atau perbuatan memerhatikan alasan-alasan dari pelaku. Sementara dalam teori stimulus respon memandag sesuatu dari pribadi dan setiap orang melakukan kesalaha selalu dipandang sebagai perbuatan yang buruk. Sebagai seorang guru akan bijaksana jika mulai sekarang harus melakukan perubahan paradigma dari stimulus respon menjadi teori kontrol.

2.  Disiplin Diri

Mendengar kata disiplin maka bayangan yang terlintas dalam pikiran kita adalah kekakuan, kepatuhan pada peraturan atau tata tertib. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang artinya “belajar”. Dalam rangka membentuk disiplin pada siswa, guru sering memberikan sanksi atau hukuman. Langkah ini sering manjadi langkah pertama yang dilakukan oleh guru. Apakah ini salah? Sebenarnya tidak. Hanya saja memberikan hukuman sebaiknya dilakukan sebagai alternatif terakhir atau justru tidak sama sekali. Guru dapat melakukan langkah-langkah lain yang lebih baik dan efektif dalam mendisiplinkan siswa.

Guru harus memerhatikan motivasi sesorang dalam berperilaku. Seseorang termasuk siswa dalam berperilaku ada 3 motivasi yaitu; 1) untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman, 2) untuk mendapatkan penghargaan, dan 3) untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Motivasi 1) dan 2) termasuk motivasi ekstrinsik, sedangkan motivasi 3) termasuk motivasi intriksik.

Sebagai seorang pendidik kita harus mampu mendisiplinkan siswa kita dan mengacu pada kebajikan-kebajikan serta memiliki motivasi intrinsik. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut guru harus melakukan pebiasaan-pembiasaan yang baik di sekolah dan guru harus menjadi teladan yang menginspirasi bagi siswa.

3.  Keyakinan Kelas

Istilah keyakinan kelas mungkin menjadi kata yang baru terdengar pada telinga kita sebagai seorang guru atau pendidik. Saat ini kata peraturan kelas lebih familiar terdengar di telinga. Apa yang dimaksud keyakinan kelas? ‘keyakinan’, yaitu nilai-nilai kebajikan atau prinsip-prinsip universal yang disepakati
bersama secara universal, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa
maupun agama. Menurut Gossen (1998), suatu keyakinan akan lebih memotivasi
seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih
tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya
sekedar mengikuti serangkaian peraturan.

Keyakinan kelas disusun bersama-sama antara guru dengan siswa. Keyakinan kelas berupa kata atau kalimat universal dan mudah diingat. Kata atau kalimat dalam keyakinan kelas adalah kata atau kalimat positif.  Dalam membuat keyakinan kelas, guru dapat mengajak siswa untuk berdiskusi curah pendapat tentang keadaan yang diinginkan oleh siswa selama pembelajaran di kelas atau sekolah. Satu hal lagi bahwa keyakinan kelas ini berlaku secara dinamis yang artinya dapat diubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

4.  Restitusi

Kita sering melihat anak-anak melakukan kesalahan dan pelanggaran selama di sekolah. Sebagai guru apa yang harus kita lakukan terhadap anak-anak yang melanggar tersebut? Memaafkan atau langsung memberikan hukuman? Pada kasus seperti ini guru memiliki tugas semua pihak tidak ada yang dirugikan dan mengembalikan anak yang melakukan kesalahan tersebut dapat kembali ke kelompoknya dan memperbaiki kesalahannya. Untuk mewujudkan hal tersebut maka restitusi adalah solusi.

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004). Melalui restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan kembali harga dirinya. Restitusi menguntungkan korban,tetapi juga menguntungkan orang yang telah berbuat salah. Ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menang-menang.

Sebagai solusi dalam menyelesaikan permasalahan siswa di sekolah, restitusi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.    Restitusi bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan

b.    Restitusi memperbaiki hubungan

c.    Restitusi adalah tawaran, bukan paksaan

d.    Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri

e.    Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan

f.     Restitusi diri adalah cara yang paling baik

g.    Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan

h.    Restitusi menguatkan

i.      Restitusi fokus pada solusi

j.      Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya

Ada 3 tahapan yang dilakukan untuk melakukan restitusi. Tiga tahapan tersebut adalah menstabilkan keadaan, validasi tindakan yang salah, menanyakan keyakinan. Tiga angkah tersebut digambarkan dalam segitiga restitusi sebagai berikut:

 


Demikian tadi “Padi Keris”  sebagai senjata mewujudkan budaya positif di sekolah. Dengan melakukan perubahan paradigma, pemahaman tentang disiplin diri, membuat dan menaati keyakinan kelas, serta melakukan restitusi maka budaya positif sekolah dapat terwujud. Dengan terwujudnya budaya positif maka akan mendukung siswa untuk belajar dan bekembang sesuai dengan kodrat alam dan zamannya.

 

Kontributor: Dwi Ebtanto.


Selasa, 28 Desember 2021

 


Kepemimpinan menjadi skill yang penting dimiliki oleh seseorang. Bermodalkan skill kepemimpinan seseorang dapat memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam berorganisasi skill ini menjadi syarat wajib yang harus dimiliki untuk dapat mencapai tujuan organisasi, termasuk OSIS. Sebagai satu-satunya organisasi kesiswaan di sekolah pengurus OSIS harus memiliki skill kepemimpinan yang kuat. Sosok pilihan dan bisa menjadi panutan bagi teman lain merupakan image yang dimiliki oleh oengurus OSIS selama ini.

Dalam rangka memperkuat skill kepemimpinan tersebut, SMPN 2 Satu Atap Jambon melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) untuk membekali pengurus OSIS masa bakti 2021-2022 dengan materi penguatan karakter,keorganisasian, nasionalisme, dan kepemimpinan. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 21-22 Desember 2021 tersebut dikemas dalam pembelajaran indoor dan outdoor. Kegiatan indoor dilakukan dii sekolah pada tanggal 21 Desember 2021 dari jam 07.00 sampai dengan 14.00 WIB Sementara outdoor dilakukan pada hari kedua bertempat di Agrowisata Amanah dari pukul 10.00 sampai dengan 15.00 WIB.

Kegiatan LDKS kali ini diikuti oleh 30 pengurus OSIS masa bakti 2021-2022 dibantu  oleh beberapa pengurus OSIS masa bakti 2020-2021 sejumlah 8 anak. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMPN 2 Satu Atap Jambon, Achmad Junaidi, S.Pd. Dalam sambutannya, Achmad Junaidi mengucapkan terima kasih kepada pengurus OSIS masa bakti 2020-2021 yang telah berkorban tenaga dan pikiran selama menjabat sebagai pengurus OSIS. Kemudian Achmad Junaidi juga berharap kepada pengurus OSIS yang baru untuk meneladani hal positif (baik) dari pengurus OSIS lama dan memperbaiki kekurangannya.

Saat kegiatan outbond di Agrowisata Amanah melalui sambutannya sebelum menyerahkan anak-anak kepada pihak Agrowisata Amanah, Achmad Junaidi menegaskan bahwa kegiatan outbond ini bukan wisata semata namun banyak pendidikan dan pelajaran yang diambil dari kegiatan-kegiatannya. “Kami titip anak-anak kami mohon diberi permainan-permainan yang didalamnya memiliki nilai-nilai yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam penguatan berorganisasi”, ujar Achmad Junaidi.

Usai sarapan pagi anak-anak langsung mengikuti pemanasan dan permainan-permainan yang diberikan oleh pihak Amanah. Ada permainan kering dan basah. Terlihat anak-anak gembira dan antusias dalam mengikuti oubond ini. Semoga semangat tersebut selalu terbawa dalam mewujudkan program-program OSIS yang telah direncanakan.

 


 


Pasca pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021-2022, SMPN 2 Satu Atap Jambon mengadakan berbagai kegiatan perlombaan antar kelas melalui kegiatan Classmeeting. Classmeeting ini dijadwalkan selama 4 hari mulai pada tanggal 14-17 Desember 2021, kegiatan dilaksanakan di lingkungan dan lapangan sekolah. Ragam kegiatan yang dilombakan dalam classmeeting antara lain yaitu perlombaan bola voli, bulu tangkis, azan, tartil, karaoke lagu islami, kaligrafi, dan karya cipta baca puisi.

Pengurus OSIS SMPN 2 Satu Atap Jambon ikut aktif membantu dalam mengadakan kegiatan classmeeting ini. Mereka menyiapkan kebutuhan kegiatan dan membagi tugas menjadi panitia pada setiap perlombaan. Kegiatan classmeeting selain merupakan ajang silaturahmi, menjalin persaudaraan, dan kekeluargaan antar kelas tetapi juga sebagai wadah untuk membantu menggali potensi bakat dan minat siswa sesuai bidang yang dimilikinya.



Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung sangat meriah. Sesekali dukungan secara langsung juga diberikan oleh wali kelas yang terjun langsung mendampingi siswa di sela-sela kesibukan mengisi nilai raport digital. Semua Siswa tampak antusias dalam mengikuti kegiatan ini, saling mendukung dan memberikan motivasi kepada rekan-rekannya saat bertanding. Dengan menjunjung sikap sportifitas, bukan hanya mencari kemenangan, tapi juga rasa kebersamaan /solidaritas.

"Saya sangat sutuju perlombaan-perlombaan ini diadakan karena menjadi aktivitas yang positif untuk semua siswa dan siswi, terutama untuk saya", Ujar salah satu siswa yang mengikuti perlombaan tersebut. Harapannya kegiatan classmeeting bisa menjadi aktivitas penyegaran yang positif bagi siswa setelah menjalani rutinitas belajar selama satu semester. Siswa diarahkan untuk memanfaatkan waktu luang sembari menunggu pembagian raport. Untuk pengumuman para pemenang akan diumumkan saat masuk di hari pertama semester genap. Semoga dengan kegiatan ini mampu menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh para siswa. 

 

Kontributor: Meyta


Sabtu, 13 November 2021

 

Keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menangani anak berkebutuhan khusus sangat terbatas. Di Kabupaten Ponorogo baru ada empat SLB yang tersebar di beberapa kecamatan. Padahal jumlah anak berkebutuhan khusus menyebar dan hampir ada di setiap kecamatan di wilayah Bumi Reog. Hal ini yang mendasari Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pendidikan menunjuk sekolah-sekolah reguler di tingkat SD dan SMP menjadi sekolah inkkusi. Melalui sekolah inklusi ini anak berkebutuhan khusus dapat mendapatkan layanan pendidikan. Namun penunjukkan sekolah inklusif di Kabupaten Ponorogo belum dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana yg diperlukan. Belum semua sekolah inklusi guru-gurunya mendapatkan pelatihan dan pendidikan tentang penanganan ABK.

Hal ini dirasakan oleh oleh hampir semua sekolah inklusi termasuk SMPN 2 Satu Atap Jambon. Sebagai sekolah yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara pendidikan inklusi, SMPN 2 Satu Atap Jambon berupaya meningkatkan layanan kepada PDBK dengan melakukan IHT, mengikutkan guru pada kegiatan workshop/pelatihan, serta studi banding. Belum lama ini tepatnya Rabu, 10 November 2021 SMPN 2 Satu Atap Jambon melakukan studi banding ke SLBN Jenangan. Studi banding ini diikuti oleh semua guru,pengurus komite, dan perwakilan siswa SMPN 2 Satu Atap Jambon.

Bertempat di aula SLBN Jenangan kunjungan ini diawali dengan kegiatan pra acara penampilan menyanyi dari siswa SLBN 2 Jenangan yang mengalami disabilitas low vision. Penampilan luar biasa dari ABK ini membawa semua hadirin yang ada di ruangan terbawa emosi penuh haru. Tak sedikit para guru mengusap air mata saat lagu dinyanyikan. Sungguh pelajaran yang sangat berharga bagaimana seorang anak low vision dengan segala keterbatasannya mampu membawakan dan mengiringi lagu dengan begitu merdu dan indah.

Setelah pra acara selesai dilanjutkan seremonial upacara penyambutan. Sambutan dilakukan secara bergantian diawali dari penanggung jawab acara yaitu Winarti Ruri, M.Pd. Dalam sambutannya Ruri menyampaikan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan dari SMPN 2 Satu Atap Jambon. Kemudian dari pihak tamu undangan diwakili oleh Achmad Junaidi, S.Pd. selaku Kepala SMPN 2 Satu Atap Jambon. Achmad Junaidi menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh SLBN Jenangan kepada SMPN 2 Satu Atap Jambon untuk belajar dan melihat secara dekat potret pembelajaran untuk anak-anak istimewa. “Saya sangat terharu melihat penampilan anak-anak istimewa ini, semoga tidak cukup sampai disini saja namun ada tindak lanjut dan mohon bantuan kerjasamanya untuk melayani anak-anak istimewa di sekolah kami, ujarnya disela-sela sambutan. Selanjutnya Nurhayati, S.Pd. selaku Kepala SLBN Jenangan memaparkan potret sekolah,karakteristik PDBK, jumlah guru,sampai prestasi yang diraih. Nurhayati juga menyampaikan kunci mengajar anak istimewa adalah Sabar, telaten, dan ikhlas.

Dalam kegiatan ini juga berlangsung sesi diskusi tanya jawab tentang identifikasi asesmen, strategi,tips, dan trik pendampingan peserta didik. Di akhir kegiatan diadakan kunjungan kelas dan melihat produk-produk keterampilan karya anak-anak istimewa dari SLBN Jenangan. Semua peserta dari SMPN 2 Satu Atap Jambon takjub dan kagum di dengan karya-karya yang dihasilkan, meliputi: minuman jamu kering,bordir,sandal jepit, batik, dan seni kriya. Semoga adanya kunjungan ini membawa kemajuan bagi dua lembaga dalam mengoptimalkan pelayanan kepada anak-anak surga.

 

 

 



Kamis, 21 Mei 2020


Kegiatan proses belajar mengajar pada Tahun Pelajaran 2019/2020 hampir memasuki tahap akhir. Sebentar lagi akan masuk pada Tahun Pelajaran 2020/2021. Semua sekolah di semua jenjang baik SD, SMP, maupun SMA telah menyiapkan kegiatan penerimaan peserta didik baru. Demikian pula SMPN 2 Satu Atap Jambon juga telah menyiapkan penerimaan peserta didik baru dengan mengacu pada peraturan dan petunjuk teknis yang ada.
Penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SMP di Kabupaten Ponorogo untuk Tahun Pelajaran 2020/2021 untuk pertama kalinya dilakukan secara online. Jalur dan tahapan pelaksanaannya berbeda dengan penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran yang lalu. Ada empat jalur penerimaan peserta didik baru untuk Tahun Pelajaran 2020/2021. Empat jalur tersebut meliputi;

  1. Jalur zonasi (paling sedikit 50% dari daya tampung sekolah)
  2. Jalur prestasi (paling banyak 30% dari daya tampung sekolah)
  3. Jalur afirmasi (paling sedikit 15% dari daya tampung sekolah)
  4. Jalur perpindahan tugas orang tua (paling banyak 5% dari daya tampung sekolah)

Syarat calon peserta didik adalah berusia maksimal 15 tahun pada 1 Juli 2020 dan telah memiliki ijazah SD/ sederajat atau dokumen lainnya yang menerangkan bahwa calon peserta didik telah menyelesaikan pembelajaran di kelas 6 SD/sederajat.  Adapun tahapan penerimaan peserta didik baru dibagi dalam dua tahap, yaitu;
a.    Tahap Pra PPDB
1.  Calon peserta didik mendapatkan user dan token. User adalah NISN calon peserta didik dan token adalah tanggal lahir masing-masing calon peserta didik.  
2. Calon peserta didik baru melakukan login untuk mengisi data dengan mengunggah hasil scan kartu keluarga dan/atau surat keterangan domisili  asli,  serta  menentukan  titik  koordinat  rumah/tempat  tinggal  calon peserta didik baru.
3. Jika ada calon peserta didik yang kesulitan melakukan tahapan ini, panitian penerimaan peserta didik SMPN 2 Satu Atap Jambon siap membantu mendampingi. 
 b.    Tahap Pendaftaran
1. Calon peserta didik baru melakukan registrasi  dengan memilih salah satu dari empat jalur diatas dan memilih sekolah yang diinginkan, yaitu SMPN  2 Satu Atap Jambon.
2.  Jadwal pelaksanaan registrasi adalah sebagai berikut;
 
Mari bergabung dengan SMPN 2 Satu Atap Jambon. Sekolah keterampilan yang mengajarkan kemandirian.


Informasi lebih lanjut bisa menghubungi;
Dwi Ebtanto, S.Pd (085 647 386 247)
Dian Fitriana, S.PdI (085 231 880 658)
Diana Priastuti, S.Psi (081 359 003 672)
Sunari, S.Sos (082 334 410 899)




Sabtu, 09 Mei 2020


Umat muslim di seluruh penjuru dunia saat ini sedang menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan. Suasana Puasa Ramadan tahun 2020 ini berbeda dengan suasana tahun-tahun sebelumnya. Adanya pendemi COVID-19 menyebabkan semarak beribadah berbeda. Jika biasanya masjid menjadi sentra ibadah di Bulan Ramadan tetapi untuk tahun ini umat islam harus mengalihkan pusat ibadah mereka di rumah. Hal ini merujuk dari anjuran pemerintah untuk melakukan physical distancing guna memutus mata rantai persebaran virus yang  berasal dari Wuhan ini. 
Jika melihat durasi waktu berpuasa di tiap-tiap daerah atau negara ternyata berbeda-beda. Ada beberapa wilayah di dunia yang puasanya hanya 11 jam namun juga ada negara yang harus menjalani puasa hingga 20 jam lamanya. Dilansir dari www.suara.com, pada Ramadan Tahun 1441 H/ 2020 Masehi kali ini puasa paling singkat dialami di wilayah Santiago (Chili), Canberra (Australia), Cape Town (Afrika Selatan), Wellington (New Zealand) dan Buenos Aires (Argentina). Di negara-negara tersebut durasi waktu berpuasa selama 11 jam 5 menit. Tak jauh berbeda dengan negara-negara itu, Jakarta, Indonesia juga memiliki durasi puasa yang terbilang singkat yakni selama 13 jam. Kondisi serupa juga dialami Brasilia (Brasil), Nairobi (Kenya), dan Luanda (Angola).
Adapun negara tetangga Indonesia, yakni Kuala Lumpur, Malaysia dan Singapura menjalani puasa selama 13 jam 5 menit sehari. Negara-negara di Timur Tengah seperti Riyadh (Saudi Arabia), Doha (Qatar), Dubai (Uni Emirat Arab) dan menjalani puasa selama 15 jam. Sementara itu, negara-negara yang mengalami durasi puasa paling lama di dunia adalah Nuuk (Greenland), Oslo (Norwegia), dan Helsinki (Finlandia) dengan durasi puasa selama 20 jam.
Mengapa hal tersebut terjadi? Hal ini disebabkan waktu berpuasa dimulai dari terbit fajar (waktu shubuh) sampai dengan terbenam matahari (waktu maghrib). Sementara waktu terbit dan terbenamnya matahari tiap-tiap negara berbeda-beda. Ada negara yang hanya membutuhkan waktu 11 jam dari waktu matahari terbit sampai terbenam, sementara ada negara yang membutuhkan waktu sampai 20 jam. Perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari tiap-tiap negara ini bisa dipelajari dari ilmu alam terutama Fisika.  Alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah akibat pergerakan bumi mengitari matahari atau yang sering disebut revolusi bumi.
Bumi dalam berputar mengitari matahari di garis orbitnya tidak tegak lurus melainkan miring dengan sudut kemiringan 23,5o. Adanya kemiringan ini menyebabkan adanya gerak semu tahunan matahari. Dimana matahari seolah-olah bergerak dari khatulistiwa menuju 23,5o garis lintang utara dan 23,5o garis lintang selatan. Gerak semu tahunan matahari menyebabkan perubahan musim utamanya di belahan bumi utara dan selatan. Di belahan bumi utara dan selatan mengenal adanya empat musim yaitu musim panas, dingin, semi, dan gugur. Pergantian musim tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Selang waktu terbit dan terbenam matahari untuk negara-negara beriklim sedang akan relatif lebih lama saat musim semi dan panas. Sebaliknya pada saat musim dingin dan gugur relatif lebih singkat. Puasa Ramadan tahun 2020 ini jatuh pada bulan April dan Mei dimana matahari berada pada posisi 0o-23,5o L. Hal ini menyebabkan waktu siang di belahan bumi utara lebih lama dibanding dengan waktu siang belahan bumi selatan sehingga negara-negara di belahan bumi utara waktu puasanya lebih lama jika dibandingkan dengan negara-negara belahan bumi selatan. Demikian bukti kebesaran penciptaan Allah bagi orang-orang yang mau berpikir. Semoga kita senantiasa menjadi golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Selamat menjalankan ibadah puasa.

Penulis: Dwi Ebtanto

Recent Posts

BTemplates.com

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Jumlah Pengunjung

Popular Posts