Selasa, 03 Maret 2020


Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang sering disebut UNBK sudah di depan mata. Dalam hitungan hari semua siswa SMP akan menghadapi ujian tersebut, tepatnya pada tanggal 20 s.d. 23 April 2020. Dalam rangka menghadapi ujian tersebut banyak kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, Dinas Pendidikan, sampai dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan tersebut misalnya try out yang diselenggarakan oleh sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota. Di tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengetahui tingkat kesiapan infrastruktur sekolah penyelenggara maka dilakukan simulasi UNBK.

Simulasi ini dilakukan serentak di seluruh sekolah penyelenggara UNBK pada tanggal 2 – 3 Maret 2020. Tidak ketinggalan SMPN 2 Satu Atap Jambon sebagai sekolah penyelenggara UNBK juga mengikuti kegiatan tersebut. Simulasi UNBK yang diselenggarakan di Laboratorium Komputer ini dibagi menjadi tiga sesi. Dengan jadwal sesi pertama pukul 07.30 - 09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.30 -  12.30 WIB, sedangkan sesi ketiga dimulai dari pukul 13.30- 15.30 WIB.
Adapun tujuan kegiatan simulasi ini adalah:
1.     Mengecek kesiapan infrastruktur UNBK di sekolah
2.    Latihan bagi proktor dan teknisi terkait tugas mereka sesuai dengan pedoman pada POS UN
3.     Mengecek sistem dan prosedur dari UNBK
4.     Mempersiapkan peserta didik/ siswa untuk menghadapi UNBK

“Ini adalah pengalaman pertama anak-anak kami dalam mengikuti simulasi UNBK, walaupun sebelumnya mereka sudah mengikuti try out UNBK dari Dinas Pendidikan namun ada sedikit perbedaan menu tampilan sehingga wajar jika sebagian anak-anak masih kebingungan mengikuti simulasi ini’, terang Achmad Junaidi, S.Pd Kepala SMPN 2 Satu Atap Jambon. Beliau juga menambahkan bahwa memang perlu latihan berulang-ulang agar anak-anak benar-benar siap menghadapi ujian. Dengan mencoba berulang-ulang anak-anak akan menjadi terbiasa mengerjakan dan mengoperasikan komputer atau laptop sehingga pada saat hari-H nya nanti anak-anak sudah tidak ada kendala lagi.
Sementara di tempat terpisah, Dwi Ebtanto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa dalam kegiatan simulasi masih banyak terjadi kendala teknik seperti beberapa laptop tidak support, mati lampu saat proses instal, sinkronisasi sampai dengan saat pelaksanaan simulasi. “ Setelah kegiatan ini berakhir akan kami evaluasi segala kekurangan dan kendala yang terjadi sehingga nanti pada saat pelaksanaan Ujian Nasional hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi”, pungkasnya.
Dalam pelaksaan simulasi UNBK kali ini perangkat komputer yang digunakan sebagian masih meminjam kepada guru dan tenaga TU. Hal ini disebabkan jumlah komputer yang dimiliki sekolah belum cukup untuk kegiatan tersebut. Semoga kegiatan ini dapat memacu semangat Anak-anak Satu Atap Jambon (AZATA Jambon) untuk terus belajar sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan kelak saat ujian. Aamiin. Satap Bisa!

Jumat, 21 Februari 2020


Sejak menjabatnya Nadiem Makarim sebagai Menteri pendidikan dan Kebudayaan di era Kabinet Kerja Jilid II tagline “Merdeka Belajar” menghiasi berita di media massa. Di awal-awal beliau menjabat, Mas Menteri telah memproklamirkan program tersebut. Ada beberapa poin yang menjadi penekanan dan perhatian dalam merdeka belajar tersebut, diantaranya adalah guru diberi kebebasan dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Kalau selama ini membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus lengkap sesuai aturan yang kaku, untuk sekarang guru justru diberi keleluasaan untuk menyusun RPP yang praktis dan luwes bahkan satu lembar saja cukup. Merdeka belajar juga dimaknai membuat suasana belajar menjadi nyaman, dan menyenangkan, serta mengajak siswa untuk bernalar. Hal ini penting karena suasana belajar yang menyenangkan akan membuat siswa antusias dan mudah untuk menerima konsep materi yang diajarkan. 
Guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut untuk segera tanggap dengan dinamika yang ada di lapangan. Termasuk konsep “Merdeka Belajar” yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan tersebut. Lantas bagaimana kita memaknai merdeka belajar dengan aksi nyata? Tentunya sebagai seorang kreator pembelajaran guru harus membuat skenario pembelajaran yang menuntut siswa aktif. Hal ini bisa dilakukan dengan metode diskusi, eksperimen, proyek, dan lain-lain.  

Dwi Ebtanto, seorang guru IPA di SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon mencoba menerapkan konsep Merdeka Belajar melalui kegiatan eksperimen. Karakteristik IPA yang di dalamnya ada proses, produk, dan sikap memudahkan merancang pembelajaran yang menuntut siswa aktif. Dengan melakukan pengamatan, menuliskan data percobaan, berdiskusi dengan teman satu kelompok, serta membuat kesimpulan telah membuat suasana kelas menjadi hidup. Selain itu siswa diberi pengalaman nyata untuk mendapatkan konsep yang mereka pelajari. Salah satu materi yang diajarkan menggunakan metode eksperimen ini adalah sistem pernapasan manusia. Dengan menggunakan bahan botol bekas dan bak air siswa diajak untuk mengukur volume udara pernapasan. Dalam proses pembelajarannya siswa begitu antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi saat melaksanakan pembelajaran. Metode ini ternyata mampu membuat pembelajaran tidak membosankan apalagi saat mengajar di jam-jam terakhir. Siswa senang Guru bahagia. Semoga merdeka belajar benar-benar terwujud. Aamiin.

Senin, 03 Februari 2020


Dalam rangka meningkatkan internalisasi nilai-nilai pramuka dalam diri siswa, SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon melaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami). Perkemahan ini dilaksanakan di penghujung Januari, yaitu tanggal 31 Januari sampai dengan 2 Februari 2020. Kegiatan ini sebenarnya direncanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 namun karena padatnya kegiatan di semester ganjil maka baru bisa dilaksanakan di semester genap. 


Kegiatan yang mengambil tema keatif, inovatif, dan edukatif ini dibuka oleh Ka Mabigus Achmad Junaidi, S.Pd. Dalam arahannya saat upacara pembukaan, beliau mengatakan pentingnya mengamalkan nilai-nilai pramuka dalam kehidupan sehari-hari. “Jika kita mampu mengamalkan nilai-nilai pramuka yanga ada pada dasadarma pramuka maka  kita akan menjadi pribadi yang unggul dan diperlukan di masyarakat, ujarnya”. Achmad Junaidi juga berpesan agar menjaga kesehatan selama kegiatan karena cuaca akhir-akhir ini sering turun hujan deras.


Hujan yang turun pada saat upacara pembukaan tidak menyurutkan semangat adik-adik pramuka untuk mengikuti upacara. Mereka tetap antusias dan khidmat mengikuti upacara sampai selesai. Setelah penyematan tanda peserta maka kegiatan Perjusami secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang telah terjadwal. Adapun kegiatan dan perlombaan yang ada pada Perjusami kali ini adalah omba simaphore, bimbingan akhlak dan renungan, nonton bareng film (Motivasi), serta dilanjutkan penjelajahan, lomba masak, hasta karya, dan di puncak kegiatan ditutup dengan pentas seni yang dikemas dalam acara unggun gembira.
Penutupan kegiatan Perjusami dilaksanakan di hari Minggu, 2 Februari 2020. Bertindak sebagai pembina upacara, Drs, Mujiyanto. Dalam pembinaannya beliau berpesan agar para adik-adik pramuka menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan Perjusami. Semua siswa mengikuti kegiatan ini, semoga melalui event seperti ini mampu sebagai stimulus dalam pembentukan karakter yang kuat untuk generasi masa depan bangsa. Khususnya anak-anak dari kaki bukit. Semoga.



Sabtu, 09 November 2019


Anak adalah generasi penerus bangsa. Untuk mendapatkan generasi yang smart maka anak perlu dibimbing dengan sebaik-baiknya. Dibimbing dalam suasana yang nyaman, riang, dan gembira. Anak-anak generasi sekarang telah banyak teracuni dengan gawai. Bahkan gawai menjadi pengganti mainan bagi mereka. Saat anak-anak masih berumur dibawah dua tahun, orang tua mereka sudah mulai mengenalkan permainan atau video pada gawai. Jika tidak ada pengawasan dan pembatasan tentunya akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan sang anak. 
Dalam rangka menyambut Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November 2019, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menghimbau kepada seluruh Satuan Pendidikan dan komunitas peduli pendidikan untuk melaksanakan proses pembelajaran di luar kelas pada hari Kamis, 7 November 2019. Kegiatan pembelajaran ini dikemas dalam bentuk interaktif antar warga sekolah. Dengan mengusung tema, “ Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas” selama satu hari anak-anak melakukan pebelajaran di luar kelas. Ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai-nilai karakter, meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa,  serta meningkatkan pengetahuan dan tumbuh kembang anak. 
SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon selaku satuan Pendidikan juga berturut serta dalam kegiatan tersebut. Berlangung di teras dan lapangan sekolah kegiatan “ Sehari Belajar di Luar kelas” ini dilaksanakan mulai dari jam 07.00 s.d. 10.30 WIB. Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan mengikuti pedoman teknis yang diberikan Kementerian PPPA. Kegiatan diawali dengan 3 S (Salam, Senyum, Sapa) untuk mennyambut kedatangan siswa di pagi hari. Kemudian anak-anak berkumpul di teras kelas untuk berdoa dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilakukan secara sambung menyambung dengan antri mencuci tangan, sarapan pagi, kegiatan literasi, senam bersama, permainan tradisional, yel-yel sekolah ramah anak, tepuk hak anak, dan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar.  Di akhir kegiatan dilakukan penandatanganan deklarasi sekolah ramah anak oleh warga sekolah dan masyarakat.

Keceriaan terlihat dari raut muka anak-anak selama mengikuti kegiatan sehari belajar di luar kelas. Panas matahari yang menyengatpun tak menjadi hambatan untuk mereka ceria dan Bahagia. Anak-anak sangat menikmati acara ini. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan demi kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan. Semoga kegiatan sehari belajar di luar kelas ini menjadi tonggak hadirnya sekolah ramah anak khususnya di SMP Negeri 2 Satap Jambon. Jika hal ini terwujud maka niscaya anak-anak SMP Negeri 2 Satu Atap Jambon akan nyaman dalam belajar sehingga mampu mengembangkan potensi diri mereka dengan maksimal. Semoga lahir generasi generasi emas dari kawah sekolah kaki bukit ini. Aamiin.



Recent Posts

BTemplates.com

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Jumlah Pengunjung

Popular Posts